Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Kucingku

RAHMAD DARMAWAN&l
SELAMAT DATANG

KUCING YANG LUCU

Posted by Penghuni dunia On Senin, 06 Desember 2010 0 komentar


Setiap hari aku pulang sekolah dan mengererjakan PR ketika sampai dirumah,begitu pula dengan kakakku.Sampai dengan suatu hari,terdengar suara yang mencurigakan di depan rumah.aku pun menanyakannya kepada kakakku.”mbak,suara apa itu?apa kau mendengarnya?”


“aku tak mendengar suara apapun,mungkin hanya perasaanmu saja.”kata kakak.
Aku pun semakin penasaran dengan suara tersebut,akhirnya aku memutuskan untuk mencari sumber dari suara tersebut.
Aku mencarinya dan sepertinya suara tersebut berasal dari depan rumah,lalu aku pun membuka pintu ruang tamu rumah.Aku pun melihat keluar dan tetap berusaha untuk mencari.Ketika sampai di depan pintu gerbang,aku pun melihat seekor anak kucing yang merintih kesakitan karena kakinya terjepit oleh gerbang rumahku.
Tanpa pikir panjang,aku pun langsung memanggil kakakku.”mbak!mbak!ada seekor anak kucing terjepit,cepat kemari.”Lalu kakakku pun datang,kami bingung untuk melepaskan kakinya,ketika gerbangnya kami geser kucing tersebut semakin merintih.akhirnya kami berusaha mengangkat gerbang tersebut dan melepaskan kecing tersebut.Ketika kucing itu lepas,kami melihat kakinya yang terluka.Kucing tersebut pun jalan dengan pincang dan meninggalakan kami.”mbak,bagaimana ini??bagaimana kalau kita merawatnya sampai sembuh,aku merasa kasihan melihatnya”tanyaku ke kakak.
“Terserahmu saja,aku juga merasa kasihan melihatnya.yaudah,tangkap anak kucing itu lalu bawa kemari.”kata kakak.Aku pun menangkap kucing itu lalu membawanya.”Ini anak kucingnya,lalu mau di letakkan dimana ini??”tanyaku ke kakak.Kakakku langsung masuk kedalam rumah dan mencari sebuah kandang untuk anak kucing tersebut dan membawanya lagi keluar.
“Nah,letakkan anak kucing itu di dalam sini.”kata kakak.Aku pun meletakkan anak kucing itu ke dalam kandangnya.”Tunggu disini sebentar.”kata kakak.Aku pun bingung dan bertanya-tanya apa yang akan dia lakukan.Tak lama kemudian dia pun keluar dan membawa sesuatu di tangannya.”apa itu yang ada di tanganmu??”tanyaku ke kakak.”ohh,ini hanya ikan,aku ingin memberinya makan.”kata kakak.Dia pun langsung memberikan ikan itu kepada anak kucing itu.
Keesokan harinya aku juga memberikan kucing itu makan karena kakakku pulang sekolah sangat lama.Lalu aku mengeluarkan kucing itu dari kandangnya dan bermain bersamanya.Aku sangat senang melihat kucing itu.Hari demi hari keadaan  kucing itu pun membaik,dia tidak separah pertama kali kami menolongnya dari gerbang rumah.
Setiap sore aku dan kakakku menghabiskan waktu kami bersama kucing tersebut.Hari demi hari kami lewati sampai satu tahun lebih lamanya.Kucing yang dahulu kecil pun sudah besar.Kandangnya pun sudah tidak muat lagi untuk dimasukinya.Jadi,kami melepaskannya dari kandang dan membirkannya bermain di luar kandangnya yang sempit itu.Kucing itu terlihat sangat senang karena tidak di letakkan di kandang lagi.Aku dan kakakku pun terus merawat kucing itu.
Tetapi tiba suatu hari,kucing itu tak ada di rumah kami.”ehh,dimana kucing itu??aku tak melihatnya dari tadi.”tanya kakak kapadaku.”aku juga tidak tau,dari pulang sekolah tadi aku tak melihatnya.”jawabku.Kami pun menunggunya sampai malam,tetapi kucing itu tidak kembali ke rumah kami.Hari ke hari dan minggu ke minggu kucing itu tak pernah kembali.Aku dan kakakku pun sangat sedih karena kami merawatnya sudah sangat lama.Kucing itu tidak pernah kembali lagi hingga sekarang dan kami tidak pernah melihatnya kembali.





Raja Yang angkuh
Diceritakan dahulu kala hiduplah seorang raja. Raja tersebut memimpin dengan baik dan bijaksana. Selama pemerintahannya tidak ada sesuatu yang buruk terjadi di negeri tersebut. Hingga akhirnya yang tidak diinginkan pun terjadi. Suatu pagi, sang raja dan ratu berdiri di balkon istana dan memandang ke penjuru negeri. Hamparan sawah yang menguning-siap untuk dipanen. Lautan yang biru penuh dengan hasil laut yang tidak pernah habis. Sang raja berkata kepada istrinya, "Lihatlah istriku negeri yang subur ini. Tidak ada satu  negeri di dunia ini yang dapat menandingi kesuburan negeri kita!". Sang ratu hanya tersenyum dan berkata, "Negeri kita memang subur, raja! tapi kita tidak boleh sombong, kita tidak pernah tahu apa yang ada di negeri lain. Kita tidak pernah melihatnya bukan?" Raja tertawa dengan keras, " Hahahaha. Istriku, aku sendirilah yang akan memastikan bahwa negeri yang kupimpin ini adalah yang terhebat di muka bumi ini." Sang ratu hanya tersenyum dan tidak berani untuk menasihati lagi, takut kalau raja akan marah. Malam hari, raja bermimpi bahwa negerinya diserang oleh negara tetangga dari sebelah timur. Raja terbangun dengan keringat di sekujur tubuhnya. Mengira bahwa mimpinya adalah kenyataan, raja segera memerintahkan seluruh pasukannya untuk menyerang negara yang ada di sebelah timur. Negeri timur yang diserang mendadak kalah, raja menang dan segera menguasai negara timur. Berita kemenangannya menyebar ke negara barat, utara dan selatan. Raja merasa bangga atas kemenangannya dan selama sebulan raja tidur dengan sangat nyenyak. Namun, setelah sebulan lewat, raja kembali bermimpi. Kali ini dia diserang oleh negara dari sebelah barat. Seperti sebelumnya, raja segera menyerang negara barat. Kali ini pun raja menang, namun prajuritnya juga telah banyak berkurang akibat perang terus. Berita kemenangannya kembali tersebar luas. Negara utara dan selatan yang telah mendengar berita tersebut menjadi gusar dan khawatir bahwa negara mereka akan menjadi yang berikutnya. Untuk itu, kedua negara tersebut sepakat untuk bergabung dan menyerang negara tengah yang dipimpin oleh raja yang sombong. Raja yang tidak mengetahui rencana tersebut hanya tidur pada malam penyerangan. Tidak tahu bahwa dia diserang oleh kedua negara. Toh, kalaupun raja tahu, apa yang bisa dilakukan. Pasukannya sudah tinggal sedikit. Jadi pada malam itu juga raja terbunuh dan seluruh negerinya yang hebat itu diruntuhkan. Negeri timur dan barat kembali dibebaskan. Keempat negara, timur, barat, selatan, dan utara sepakat untuk membagi wilayah dengan adil dan hidup dengan harmonis untuk selama-lamanya. good night!